Jumat, 11 September 2009

Renungkanlah cerita ini...

Syaikh Ali ath-Thanthawi dalam sebuah siaran radio dan televisinyamengabarkan bahwa di negeri Syam ada seorang laki-laki yang memilikisebuah mobil truk Lorie. Ketika mobil itu dijalankan, tanpadiketahuinya di atas badan mobil itu ada orang. Mobil itu mengangkutpeti yang sudah siap untuk menguburkan mayat. Sedangkan di dalampeti itu terdapat kain yang bisa digunakan sewaktu-waktu dibutuhkan.Tiba-tiba hujan turun dan mengalir deras. Orang itu pun bangun danmasuk ke dalam peti, dan membungkus dirinya dengan kain yang ada didalam peti.Kemudian di tengah jalan ada seorang yang lain naik menumpang ke bakmobil itu di samping keranda. Dia tidak tahu bahwa di dalam peti ituada orang. Hujan belum berhenti. Orang yang kedua ini mengira bahwadirinya hanya sendirian di dalam bak mobil itu. Tiba-tiba dari dalampeti ada tangan terjulur (untuk memastikan apakah hujan sudahberhenti atau belum). Ketika tangan itu terjulur, kain yangmembungkusnya juga ikut terjulur keluar. Si penumpang itu kaget dantakut bukan kepalang. Dia mengira bahwa mayat yang ada di dalam petiitu hidup kembali. Karena takutnya, dia terjungkal dari mobil denganposisi kepala di bawah. Dan, mati.Demikian Allah menentukan kematian orang itu dengan cara seperti ini.Segala sesuatu sesuai dengan qadha' dan qadar,dan kematian adalahsebaik-baik pelajaran.Yang selalu harus diingat oleh seorang hamba adalah bahwa dia sedangmembawa kematian, bahwa dia sedang berjalan menuju kematian, danbahwa dia sedang menunggu kematian itu entah akan datang pagi atausore. Sungguh indah ungkapan Ali bin Abi Thalib, "Sesungguhnyakematian terus mendekati kita, dan dunia terus meninggalkan kita.Maka, jadilah kalian anak-anak akhirat dan janganlah kalian menjadianak-anak dunia.Sesungguhnya, hari ini adalah beramal dan tidak ada hisab, dan esokadalah hisab dan tidak ada lagi beramal.Ungkapan Ali ini mengingatkan kita, bahwa manusia harus selalu siapsiaga,memperbaiki keadaannya, memperbaharui taubatnya, danmengetahui bahwa dia sedang berhubungan dengan Rabb Yang Maha Mulia,Kuat, Agung, dan Baik.Kematian itu tidak pernah meminta izin kepada siapa saja, tidakpernah pilih kasih kepada siapa saja, dan tidak pernah merajuk.Kematian itu tidak pernah memberikan aba-aba terlebih dahulu.{Dan, tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apayang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapatmengetahui di bumi mana dia akan mati} (QS. Luqman: 34)Diketik ulang dari :Buku La Tahzan,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar