Kamis, 10 September 2009
Makna Musibah
Musibah berasal dari kata ashaaba, yushiibu, mushiibatan yang berartisegala yang menimpa pada sesuatu baik berupa kesenangan maupunkesusahan. Namun, umumnya dipahami musibah selalu identik dengankesusahan. Padahal, kesenangan yang dirasakan pada hakikatnya musibah juga. Dengan musibah, Allah SWT hendak menguji siapa yang paling baik amalnya.''Sesungguhnya kami telah jadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, karena Kami hendak memberi cobaan kepada mereka, siapakah di antara mereka yang paling baik amalnya.'' (QS Al-Kahfi (18): 7) Ada tiga golongan manusia dalam menghadapi musibah. Pertama, orang yang menganggap bahwa musibah adalah sebagai hukuman dan azab kepadanya. Sehingga, dia selalu merasa sempit dada dan selalu mengeluh.Kedua, orang yang menilai bahwa musibah adalah sebagai penghapus dosa.Ia tidak pernah menyerahkan apa-apa yang menimpanya kecuali kepada AllahSWT. Ketiga, orang yang meyakini bahwa musibah adalah ladang peningkataniman dan takwanya. Orang yang seperti ini selalu tenang serta percaya bahwa dengan musibah itu Allah SWT menghendaki kebaikan bagi dirinya.Musibah yang ditimpakan kepada manusia ada dua macam. Pertama, musibah dunia; dan kedua, musibah akhirat. Musibah dunia salah satunya ialah ketakutan, kelaparan, kematian, dan sebagainya sebagaimana Allah SWT jelaskan dalam surat Al-Baqarah ayat 155. ''Dan pasti akan kami ujikalian dengan sesuatu dari ketakutan, dan kelaparan, dan kekuranganharta dan jiwa dan buah-buahan, dan berilah kabar gembira bagiorang-orang yang sabar.'' Adapun musibah akhirat adalah orang yang tidak punya amal saleh dalam hidupnya, sehingga jauh dari pahala. Rasulullah SAW pernah bersabda, ''Orang yang terkena musibah, bukanlah seperti yang kalian ketahui, tetapi orang yang terkena musibah yaitu yang tidak memperoleh kebajikan (pahala) dalam hidupnya.''Orang yang terkena musibah berupa kesusahan di dunia, jika ia hadapidengan kesabaran, ikhtiar, dan tawakal kepada Allah SWT, hakikatnya iatidak terkena musibah. Justru yang ia dapatkan adalah pahala.Sebaliknya, musibah kesenangan selama hidupnya, jika ia tidak pandaimensyukurinya, maka itulah musibah yang sesungguhnya. Karena, bukanpahala yang ia peroleh, melainkan dosa.Berkenaan dengan hal tersebut, dalam hadis Qudsi Allah SWT berfirman,''Demi keagungan dan kemuliaan-Ku, Aku tiada mengeluarkan hamba-Ku yang Aku inginkan kebaikan baginya dari kehidupan dunia, sehingga Aku tebus perbuatan-perbuatan dosanya dengan penyakit pada tubuhnya, kerugian pada hartanya, kehilangan anaknya. Apabila masih ada dosa yang tersisa dijadikan ia merasa berat di saat sakaratul maut, sehingga ia menjumpai Aku seperti bayi yang baru dilahirkan.''
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar